test alt

Tujuan Pernikahan

Pernikahan menurut Agama mempunyai arti

Tujuan utama pernikahan dalam Islam yaitu membangun sebuah keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah (keluarga yang diselimuti dengan ketentraman, kecintaan, serta rasa kasih sayang). Menjadi keinginan dari banyak setiap pasangan untuk bisa memiliki buah hati serta mendidik generasi barunya.

Pertama, tujuan pernikahan dalam Islam yaitu untuk mematuhi serta meningkatkan ibadah seorang hamba kepada Tuhannya. Di mana, pernikahan bisa menyempurnakan akhlak. Pasalnya, pernikahan adalah termasuk suatu tuntunan agama yang penting, untuk dianjurkan atau diterapkan.

Tujuan pernikahan menurut Islam merupakan salah satu sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah. Tujuannya untuk memperbaiki moral maupun akhlak yang lebih baik.

Rasulullah sendiri pernah bersabda :

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Artinya: “Siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas).

Jika dikaitkan dengan moralitas masyarakat, biasanya pernikahan ini ditentukan oleh kedewasaan untuk hidup dengan akhlak yang baik. Menjaga kesucian diri dan bersikap iffah (menahan dari apa yang diharamkan) merupakan suatu kewajiban.

Seperti diketahui, nafsu timbul karena kuatnya syahwat namun lemahnya iman. Di mana, biasanya para pemuda kuat syahwatnya.

Oleh sebab itu, Rasulullah juga menganjurkan anak-anak muda yang sudah mampu untuk segara menikah.

“Hai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menanggung beban pernikahan, maka menikahlah. Sebab, menikah bisa memejamkan mata dari pandangan yang diharamkan dan memelihara kehormatan diri dari perzinahan. Barangsiapa belum mampu, maka hendaklah berpuasa, sebab puasa bisa mengurangi gejolak syahwat.” (KR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Makna hadits di atas mengungkapkan, jika Rasulullah juga memberikan petunjuk jika di antara mereka ada yang telah memiliki kemampuan menikah (mahar, nafkah ataupun tempat tinggal), maka hendaklah ia menikah.

Sementara, beliau juga menganjurkan bagi orang yang belum mampu menikah walaupun ia menginginkannya dianjurkan agar berpuasa. Berpuasa di sini bisa untuk mengendalikan nafsu, yang mana dalam segi medis saluran-saluran darah yang menjadi jalan nafsu itu akan tertutup (puasa membantu melemahkan syahwat).

Melahirkan keturunan yang mulia termasuk tujuan dari pernikahan. Dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 72, disebutkan bahwa pernikahan manusia merupakan fitrah yang berpasang-pasangan, untuk tujuan melahirkan keturunan yang baik-baik.

Hal itu mengisyaratkan pada dasarnya bersatunya laki-laki dan perempuan yang terbina melalui pernikahan yang sah adalah untuk memiliki keturunan, yaitu anak-anak hingga cucu-cucunya kelak (untuk menjadi penerus di masa depan).

Tapi, ada beberapa orang yang mungkin salah mengartikan salah satu tujuan pernikahan ini. Aspek keturunan banyak disalahpahami dengan istilah “memperbanyak keturunan”. Namun, pada dasarnya keturunan yang penting dan yang diharapkan dalam Islam itu dari segi kualitas, baik iman serta akhlak di duniawi maupun ukhrawi (akhirat).

Namun, penjelasan tujuan menikah tadi merupakan gambaran, setidaknya agar kita bisa mengetahuinya. Semoga bermanfaat dan menambah pemahaman kalian ya.

Tinggalkan Balasan